![]()
fonologi |
Bahasa Pantar Barat
Bahasanya yang di sini disebut "bahasa Pantar Barat" (PB) dikuasai oleh sekiter 10.000 penutur di Pulau Pantar di propinsi Nusa Tenggara Barat. PB ini salah satu paling tidak lima bahasa "non-Austronesian" di pulau itu. Yang lain termasukk Nedebang, Blagar, Teiwa, dan Tereweng. Satu bahasa dari rumpun bahasa Austronesia bernama bahasa Alor (ISO 639-3: aol) ada juga di bagian tertentu Pulau Pantar. Logonym (nama bahasa)PB belum dapat nama yang resmi. Sebutan Pantar Barat sebenarnya disebut nama bekas kecamatan di Pantar. Kecamatan itu sudah terpisah akibatnya bahasa PB sekarang ada diletak di berberapa kecamatan. Buku Ethnologue mendaftarkan nama "Lamma", padahal nama itu sebenarnya sebut hanya satu dialek saja, yang lain adalah Tubbe dan Mauta. Dalam bahasa Indonesia penutur-penutur memakai istilah nama kampung, misalnya "bahasa Puntaru" (bahasa di kampung Puntaru) atau istilah nama suku misalnya "bahasa Tubbe" (bahasa dipunyai suku Tubbe). Istilah "bahasa daerah" juga dipakai. Ini mungkin karena nama bahasa asli adalah pi habbang birang, dalam arti langsung 'kita punya kampung bicara' DialekKebanyakan bedaan di antara tiga dialek adalah di bagian kosa kata dasar atau logat.
This material is based upon work supported by the National Science Foundation grant BCS-0408448 and an NSF/NEH Documenting Endangered Languages fellowship. Any opinions, findings, and conclusions or recommendations expressed in this material are those of the author(s) and do not necessarily reflect the views of the National Science Foundation. Disusun pada tanggal 11 Des 2006 di Kalabahi oleh gary.holton / gmail.com |